Untuk apa hidup?
![]() |
Sudah berapa tahun kita hidup di bumi? Sudah berapa generasi hidup di dunia ini? Masihkah ada yang bingung untuk apa dirinya hadir di bumi? Apa tujuan aku hidup? Main-main kah? Bersenang- senang? Atau, menjalani hidup layaknya air yang mengalir?.
Baiklah itu pertanyaan yang pernah ku lontarkan pada diriku sendiri.
Kiyai ku di pesantren, nama beliau Misran Agusmar, Lc. Beliau adalah salah satu idolaku, karena beliau lebih banyak mempraktekan kebaikan dari pada memaksa kami berbuat baik.
Waktu itu sore selepas ashar berjamaah dan membaca al-ma'tsurat, beliau berkata. "Kita hidup di bumi ini bukan untuk main-main nak, tapi ada tujuannya. Allah mengatakan dalam surat apa? Ada yang tahu?". Se-isi mesjid penuh bisik-bisik karena malu memberikan jawabannya.
Kiyaiku waktu itu tersenyum mendengar jawaban dari santriwati yang duduk di shaf terdepan dengan berani memberikan jawabnnya.
"Benar, dalam surat Adz-Dzariyat Allah mengatakan
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka 'beribadah kepada-Ku.'” (QS. Adz Dzariyat: 56).
Yap.. Jadi hadirnya kita di dunia ini bukan untuk melepaskan segala keinginan di hati bukaan. Melainkan semata hanya untuk beribadah kepada Allah SWT, dan tuntunan hidup di dunia ini juga sudah lengkap dalam Al-qur'an dan hadits.
"Wahai diri sabarlah sejenak, ingat tempat tinggalmu bukan di bumi".
Namun kiyaiku juga menjelaskan. Maksud beribadah di sini, bukan berarti, kita semua harus sholat sepanjang waktu, puasa setiap pagi dan sore tanpa berbuka. Bukaan.
Melainkan segala ibadah kita, dapat tercermin dari segala aktivitas yang kita lakukan. Salah satu caranya adalah ketika di luar ibadah 'wajib', niatkan semua yang kita lakukan untuk ibadah. Contoh: niatkan belajar untuk ibadah serta ilmu itu dapat mendekatkan diri kita kepada-Nya, dll.
Dan salah satu kebiasaan orang shaleh dahulu adalah, setiap aktivitas yang mereka lakukan, selalu membuat mereka semakin mendekat kepada Pencipta.
Ingat! Kita muslim itu warga surga, jadi jangan mau mengubah alamatnya jadi neraka. Dunia hanya sementara. Dan kita juga harus sama² saling mengingatkan ya..
Ini penggalan perkataan Allah dalam Al-qur'an
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Kehidupan dunia ini hanyalah main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya ? [al-An’âm/6: 32]
Satu lagi. Bukan kah setiap yang kita lakukan di bumi ini, pasti ada pertanggung jawabannya kelak dan itu tanpa ada, satu episode pun yang terlewatkan.
Aku pernah berfikir " jawaban apa yang akan ku persiapkan ketika di sidang di padang mahsyar nanti?" bukankah mulut tak mampu berkata?, kecuali anggota tubuh yang menjadi saksi atas apa yang kita perbuat selama di bumi.
Entahlah kawan.
Manusia itu dalam bahasa arabnnya "an-nas" dan sangat dekat katanya dengan kata "an-nisyaan" yang artinya lupa.
Hemhem, Jom saling mengingatkan! sekarang ataupun di masa depan nanti. Jadi jangan biarkan salah satu diantara kita jatuh ke dalam jurang. Termasuk aku. Tolong selamatkan. Karena masa depan siapa yang tau? :')
Bukankah sesama muslim kita bersaudara? ;)
Jadi untuk apa kita hidup???
Oiya aku akan menutup tulisan kali ini dengan petuah tajam dari idolaku juga. Ibnu Qayim Al-Jauziah yang mengatakan
Wahai para pencari surga. Sungguh, dengan hanya satu dosa, bapakmu (Adam) dikeluarkan dari sana; apakah engkau masih berkeyakinan masuk ke dalamnya, dengan dosa-dosa yang belum lagi engkau bertaubat darinya?
.
Yukyuk Allah itu baik bahkan sangat baik, luar biasa baik. Dan Dia selalu menanti kita untuk senantiasa bertaubat. Ibabadah lagi, ibadah lagi ibadah teruus. Sampai kita bersua di syurga.. Aamiin
يَا طَالِبَ الْجَنَةِ ! بِذَنْبٍ وَاحِدٍ أُخْرِجَ أبَوُكَ مِنْهَا، أتَطْمَعُ فِي دُخُولِهَا بِذُنُوبٍ لَمْ تَتُبْ عَنْهَا
Wahai para pencari surga. Sungguh, dengan hanya satu dosa, bapakmu (Adam) dikeluarkan dari sana; apakah engkau masih berkeyakinan masuk ke dalamnya, dengan dosa-dosa yang belum lagi engkau bertaubat darinya?
.
Yukyuk Allah itu baik bahkan sangat baik, luar biasa baik. Dan Dia selalu menanti kita untuk senantiasa bertaubat. Ibabadah lagi, ibadah lagi ibadah teruus. Sampai kita bersua di syurga.. Aamiin

Aamiin Ya Allah.
BalasHapusAamiin ya Rahman..
HapusKeren...keren betul idolanya...pantes jadi aliran rasa pesannya juga keren ditulisan ini. Setuju sekali tentang lebih banyak memberi contoh dibanding hanya kata-kata saja. Memang, paling efektif adalah contoh. Satu contoh melebihi kekuatan 1000 kata bahkan lebih...Nice, sharing dear 👏💞
BalasHapusHwaa Alhamdulillah makasi kak 💞
HapusBetul betul betul.. Dakwah dengan perilaku lebih berpengaruh🌻
manusia tempatnya lupa
BalasHapusMari saling mengingatkan 🌻
Hapusplanet bumi hanya sementara
BalasHapusBetul betul betul, sementara 🌻
Hapus😭😭😭😭
BalasHapusaku pun selalu berpikir ttg jawaban apa yg akan kukatakan di Padang Mahsyar, apakah lidahku dpt menjawab dgn baik atau tidak
Tulisannya merasuk Kak 😢
Maha adilnya Allah, langsung anggota tubuh yang menjadi saksi, sayangnya mulut tak lagi bisa bicara :'
HapusKomenanmu juga merasukikuu🌻
Aamiin Allahumma Aamiin, Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa diinik 🙏
BalasHapusAamiin 🌻
HapusAamiin allahumma aamiin tulisannya sangat bermanfaat kak, sampai ke dalam hati menjadi pengingat untuk diriku. Niatkan segala aktivitas untuk ibadah ya kak, aku juga berpilir gimana jawabnya saat di padang mahsyar nanti😭
BalasHapusAlahamdulillah.. Cup cup cup jangan nangis, ni aku kasi bunga 🌻
HapusKebaikan Allah tidak pernah kuragukan
BalasHapusNamun kebaikan ku lah yang saat ini kuragukan😢
Mantapkan hati Lillah(karena Allah). Buang keraguan, karena keraguan datangnya dari bisikan syaitan. Jangan sedih ya, ni aku kasi bunga 🌻
HapusTulisannya menyejukkan mbak
BalasHapusAlhamdulillah, komenanmu juga menjejukkan mbak.. Ni aku kasi bunga 🌻
Hapus