kamu itu Da'i
![]() |
Seperti postingan aku sebelumnya, aku menuliskan apa tujuan kita hidup? dan kali ini, ada lagi pesan dari Al-qur'an mengenai tugas kita umat muslim di bumi. Yaitu menjadi khalifah di bumi ataupun pendakwah yang merupakan penurus tugas para Nabi. Dimana buktinya? jelas terdapat Al-qur'an surat Albaqarah ayat 30.
وَ إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّيْ جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيْفَةً قَالُوْا أَتَجْعَلُ فِيْهَا مَن يُفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَ نَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَ نُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّيْ أَعْلَمُ مَا لاَ تَعْلَمُوْنَ
[30] Dan (ingatlah) tatkala Tuhan engkau berkata kepada Malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah. Berkata mereka : Apakah Engkau hendak menjadikan padanya orang yang merusak di dalam nya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau ? Dia berkata : Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.
Perlu kita ketahui, berdakwah bukanlah suatu jalan yang penuh dengan kemudahan dan kesenangan. melainkan dakwah memiliki jalan yang penuh dengan onak dan duri yang harus di lewati. Dan tiap-tiap dari kita muslim, semuanya mengemban jalan dakwah ini. Apa ganjaran dalam berdakwah? luar biasa tidak terhingga di sisi Sang Khalik .
Dengan pemahaman seperti ini, sebetulnya semua orang bisa berdakwah. Dakwah bukan monopoli para ustadz atau para kyai. Siapapun bisa berdakwah, tentu saja sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya masing-masing. Inilah makna dari sabda Rasulullah saw: Ballighuu ‘annii walau aayat ‘Sampaikan dariku meski hanya satu ayat.’ Ini artinya, jika engkau tahu satu ayat, sampaikan satu ayat. Jika engkau tahu dua ayat, sampaikan dua ayat. Demikian seterusnya. Jangan sampai kita tahu satu ayat – apalagi lebih – tetapi kita diam saja atau bahkan menyembunyikannya.
Bukankah berdirinya kemungkaran di karenakan, tidak ada yang menumpas kemungkaran itu sendiri? dan indahnya islam, cara-cara menumps kemungkaran itu islam juga punya cara yang sangat santun. dalam hadits Nabi SAW ada tiga cara menumpas kemungkaran, kapan-kapan kita bahas yap.
coba sama-sama kita simak penggalan ayat di bawah ini.
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ
Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS Ali ‘Imran [3]: 110)
Dalam ayat diatas, dijelaskan dengan gamblang bahwa umat terbaik adalah umat yang menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah, yang tidak lain adalah dakwah itu sendiri.
Semangat-semangat yay Takbir Allahu Akbar...,
kita udah di akhir zama ini hiks, jom saling menggenggam dan rapatkan barisan.
kita udah di akhir zama ini hiks, jom saling menggenggam dan rapatkan barisan.

💪💪💪
BalasHapusNice ka,, bermanfaat 😇
BalasHapusMari segera mawas diri dan senantiasa meningkatkan iman.
BalasHapusWahhh, bsrmanfaat sekali Kak 🤩
BalasHapusAku gemas dengan fotonya 😍
BalasHapus