Pulang








Segelas susu temani pagiku
Hangatnya peluk mesra kata ragu
Jarum tipis

Berhentilah menyiksa nadiku
Butir duka bernyanyi di sudut pintu
Kau akan pulang

Begitulah bisiknya
Memaksaku rehat di kasur berduri
Aksaraku sudah mati

Sejak berteduh di tempat ini
Tuhan
Sorot harap kian pudar
Rindu berjumpa kian membuncah

Pesan hujan kala senja
Sebentar lagi kau akan terjaga
Bercengrama pada pemilik raga

Komentar

  1. Balasan
    1. Aamiin, tapi dalam puisi ini bukan aku kok kak hehehe

      Hapus
  2. Duh ..aduh..memang sakit itu seperti berbaring di ranjang berduri...nggak ada nyamannya...semoga sehat selalu ya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, kakak jugaaa dan siapapun itu yg sdg sakit semoga lekas sembuuh :)

      Hapus
  3. Semoga segera berlalu duka di sudut puntu berganti suka yang memenuhi ruang jiwa

    BalasHapus
  4. pulang ke rumah yang ada di bumi atau rumah di langit? sedih amat puisinya kak

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maaf Yaa

Diam

tantangan 7