Kazain
Afrina Putri kazain, Nur Ramadara Kazain, Muhammad Daffa Kazain.
Banyak dari guru, dosenku, bahkan orang-orang yang mendengar nama panjangku mereka bertanya-tanya, mengenai arti akhiran namaku ini, "kazain." Aku selalu menjawab, "itu hanya gabungan dari nama kedua orang tua."
Kata ayahku, "kazain itu merupakan doa dari Kasmawati dan Zainuddin. Jadi kemana pun kalian melangkah, ayah sama bunda akan selalu ada di sana, begitu pun jika di antara kalian ada yang sukses, maka nama kazain itu juga yang akan dikenal orang. Sehingga, adek juga bisa dikenal karena kesuksesan kakak, begitu pun kakak sebaliknya. Begitupun kalau kalian buat keburukan, maka behati-hatilah. Dan kami juga berharap, dengan adanya nama ayah sama bunda di nama kalian, semoga jika ada kebaikan dalam diri kami, akan tersalur kepada kalian." ayahku berhenti sejenak sambil menyeduh kopi hangat buatan bundaku.
" dara tau, kenapa di singkatan nama itu, ayah meletakkan nama bunda yang dahulu dari pada nama ayah?" tanya ayah sambil menatapku.
"hmm, gak tau. Memangnya ada alasan khusus yah?" tanyaku yang masih menggali filosfi akhiran namaku ini. Tidak perlu menunggu lama, ayah langsung menjawab pertanyaanku dengan mantap. " dara taukan, dalam islam itu memuliakan ibu, bahkan dalam hadits rasul mengatakan nama ibu itu tiga kali, sementara ayah hanya satu kali, dan itupun setelah nama ibu disebutkan.jadi, itu salah satu alasan ayah meletakan nama bunda duluan itu, sebagai penghormatan sederhana ayah kepada bunda." Aku tidak bisa berhenti tersenyum mendengar penjelasan ayahku yang menggebu, dan bagiku, keluarga ini unik.
" dara tau, kenapa di singkatan nama itu, ayah meletakkan nama bunda yang dahulu dari pada nama ayah?" tanya ayah sambil menatapku.
"hmm, gak tau. Memangnya ada alasan khusus yah?" tanyaku yang masih menggali filosfi akhiran namaku ini. Tidak perlu menunggu lama, ayah langsung menjawab pertanyaanku dengan mantap. " dara taukan, dalam islam itu memuliakan ibu, bahkan dalam hadits rasul mengatakan nama ibu itu tiga kali, sementara ayah hanya satu kali, dan itupun setelah nama ibu disebutkan.jadi, itu salah satu alasan ayah meletakan nama bunda duluan itu, sebagai penghormatan sederhana ayah kepada bunda." Aku tidak bisa berhenti tersenyum mendengar penjelasan ayahku yang menggebu, dan bagiku, keluarga ini unik.
Siang itu, dalam perjalanan pulang dari SD ke rumahku. Selama di perjalanan, aku bersama ayah selalu menghabiskan waktu untuk bercerita, dari masalah patung di bundaran kota, sampai kepada hal-hal sepele yang tidak terduga.
Jadi, di pertengahan jalan, ayahku bilang "mulai sekarang, dara manggil papa dengan sebutan ayah, dan mama dengan sebutan bunda, oke?) aku yang semulanya dari kecil, manggil ayahku dengan sebutan papa, tiba-tiba disuruh ganti dengan sebutan ayah, tentu sedikit bingung.
Sementara kakakku, tetap cara pemanggilannya, tidak ada yang berubah. Memanggil kedua orang tuaku, dengan sebutan papa dan mama. (Dengan alasan, kakakku sudah besar, mungkin akan sulit jika merubah panggilan2 itu karena sudah nyaman.)
Waktu itu aku bertanya, "kenapa harus di ganti???"
Ayahku dengan antusias mengatakan, "biar rumah kita berwarna.."
Setip pagi, ayahku punya kebiasaan manggil kami anaknya, layaknya sedang absen. "Anakku.." Apabila suara itu terdengar, dimana pun kami berada, wajib hukumnya untuk menjawab dengan serentak.
Aku menjawab dengan "iya ayahku" sementara kakakku "iya papaku."
Awalnya, aku gak mau merubah panggilan itu. Tapi ayahku punya cara lain. Beliau tidak mau merespon panggilanku, apabila memangilnya masih menggunakan kata "papa."
"Untung anak ayah cuma dua ya, jadi gak pusing cara manggilnya" lirihku sambil menyantap makanan di meja makan.
"Kalau Adek hidup, ayah mau nyuruh adek manggil ayah dengan sebutan abi. Sementara bunda, dengan panggilan umi.
Aku pun menelan makananku sambil tersenyum lebar.
Aku pun menelan makananku sambil tersenyum lebar.
Ayah : Anakku...
Anaknya : iya ayahku, iya papaku, iya abiku.
Sebelum tidur, di kelurga kecil ini kami punya kebiasaan untuk berpamitan.
"Bun,yah. Dara tidur dulu ya, Assalammualaikum"
"Pa,ma, putri tidur dulu ya, Assalammualaikum"
Setelah mendengar balasan dari keduanya, barulah kami memasuki kamar masing-masing.
Sebelum tidur, di kelurga kecil ini kami punya kebiasaan untuk berpamitan.
"Bun,yah. Dara tidur dulu ya, Assalammualaikum"
"Pa,ma, putri tidur dulu ya, Assalammualaikum"
Setelah mendengar balasan dari keduanya, barulah kami memasuki kamar masing-masing.
Ayahku itu selalu memiliki cara tersendiri, untuk memberi warna di rumah ini. Maka tak heran jika bundaku bisa jatuh hati.
ahhh..so sweet sekali ya...ada doa orang tua di setiap langkah anak-anaknya :)
BalasHapusHehehe itulah orang tuaku kak.., semoga aku bisa seperti mereka
Hapusharta yang paling berharga
BalasHapusAdalah keluarga
HapusBahagia ini yg tdk semua org dapat 😊
BalasHapusHiyaa 😊 tapi dara berharap, semua orang bisa merasakan kehangatan keluarga
HapusKeluarga idaman...
BalasHapusSalam hormat untuk Bunda dan Ayah, Mama dan Papa, yaaa...
Semoga beliau-beliau sehat selalu
Aamiin, udah dara sampaikan salamnya kak, kata mereka salam sayang buat kakak..😊
HapusKereeeen kak 😍
BalasHapusHwaaa Alhamdulillah..
Hapus