mencoba cinta

Sekarang aku sudah berada pada babak trakhir tantangan Odop(One Day One Post). Entah mengapa semangatku hanya mebakar pada bulan pertama mengikuti tantangan ini.
Senang rasanya, blogku bisa terisi dengan adanya kewajiban menulis dalam setiap harinya.

dua minggu terakhir ini, aku selalu di kejar-kejar deadline. minggu awal, aku menumpukkan postinganku selama seminggu. itu terjadinya karena akau berada di kampung selama itu di saat pamanku meninggal. Setibanya balik ke rumah, aku baru teringat untan postingan tulisanku yang belum terbayar selama seminggu. Sempat ingin menyerah, bahkan sudah merencanakannya. Karena aku merasa sudah tidak mungkin, mengebut 7 tulian dalam satu malam.

pesan grup whatsappku menumpuk, terutama dari kelompok menulis. Aku sama sekali tidak berani membuka pesanan dalam grup whatsaap itu. Sudah jelas, mereka semua pasti sudah menulis dengan baik di setiap harinya.
aku berusaha mengabaikan pesan grup menulis di whatsapp itu, walau sebenarnya aku selalu merasa di hantui kegelisahan. Eh, rupanya jariku tidak sengaja menyentuh pesan grup yang sudah beratusan itu jumlahnya, mau tidak mau aku membaca pesan grup yang begitu banyak. Mayoritas isinya mengenai presensi menulis mereka. ku lihat presensi menulis namaku, kosong selama 7 hari sudah.

Aku mencoba membuat tulisan sebarapa yang aku mampu dalam satu malam itu. tenanglah dara berkali-kali aku menenagkan diriku. karena risau memilih antara lanjutkan atau berhenti.

satu pesan whatsapp memnarik perhatian  mataku. oh tidak, ini kak fathin pj odop kelompokku. segera aku membuka pesannya. yas di dalamnya kakak itu menyemangatiku agar tidak gugur di tengah jalan. karena pesan itulah, aku rela-rela menulis sebanyak 7 tulisan, walaupun entah seperti apa tulisanku itu.

ini lagi, minggu terakhir tantangan odop. Aku kembali berulah dengan menumpuk postingan selama 7 hari. Tidak ada niat khusus untuk menumpuk tulisan. melainkan aku bingung mau nulis apa. aku selalu takut tulisanku tidak bermanfaat. belum lagi tantangan akhir ini harus membuar cerita bersambung sebanyak lima episode di tambah biografi teman-teman odop.

nyerah aja kali ya? berkali-kali aku berniat seperti itu.
ternyata selama ini aku salah. aku sangka aku sudah mencintai dunia menulis begitu dalam. Namun buktinya, aku masih saja sempat untuk menjauh darinya di sat ada wadah untuk semakin mencintainya.

mungkin benar, aku belum begitu cinta menulis. Tapi yakinlah, perlahan aku akan berusaha mencintainya. ahaiii

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maaf Yaa

Diam

tantangan 7